Desember 13, 2008

22 Desember adalah hari yang diperingati oleh sebagian besar bangsa kita sebagai hari ibu. Hari yang tidak hanya sekadar seremonial belaka, tetapi hari yang setiap harinya harus kita peringati sembari berbakti kepada sang ibunda tercinta.
Yah, Ibu, sosok manusia yang pertama kali menyapa ku ketika hadir di dunia. Sosok wanita, yang tak henti-hentinya berada di belakang saya, di saat saya butuh dukungan dan tempat bersandar. Beliau berada di depan, ketika saya butuh panduan dan bimbingan serta nasihat. .
Ibu, hati ini terasa mekar ketika mendengar suaramu yang mulai serak walaupun hanya di ujung telepon selular. Suaramu yang serak tidak tergantikan dengan suara orang lain walaupun lebih merdu dan indah..
Setahun yang lalu, di saat Ramadhan, kudengar kabar dari adik, kalau engkau mengalami kecelakaan. Gemuruh hati di kala itu begitu tak bisa kukendalikan. Rasa sedih, rasa rindu berkecamuk menjadi satu, sehingga di sujud-sujud ku wajahmu senantiasa hadir. Setahun sebelumnya anakmu ini pamit untuk menjemput rezeki di kota jakarta ini. Hanya tautan komunikasi yang senantiasa menyambung tali silaturahim di antara kita. .
Ketika kabar sedih itu datang, tak kuasa kaki ini ingin melangkah pulang ke rumah, menemuimu, mendekapmu, membantumu…Tapi lagi-lagi suara serak itu bernada “Jangan
Nak, insya Allah mama masih kuat”. Yah, saya tahu di kala itu, engkau sedang menahan perihnya sakit yang engkau derita. Di saat itu, engkau sedang menangis karena rasa sakit yang tak tertahankan, tapi lagi-lagi engkau masih mau menyembunyikannya dari penglihatan anak-anakmu. .
Di saat operasi menjelang, engkau hanya meminta agar didoakan supaya Allah memberikan kekuatan dan kesehatan. Padahal tidak hanya itu, engkau butuh selain itu tapi tidak kau utarakan. Di saat itu, siang dan malam ku hanya dihiasi dengan keingintahuan mendengar kabar dari mu, ibu….
Di saat liburan pun, waktu 10 hari tidaklah cukup untuk menggantikan saat dimana saya tidak bisa berada di sampingmu ketika engkau sakit. Di saat itu pulang kembali ke jakarta adalah waktu-waktu yang sulit. Meninggalkanmu dengan sakit yang masih engkau rasakan.
Ramadhan 1429 Hijriyah, tepat setahun setelah engkau menjalani operasi. Kini kondisimu sudah mulai membaik walaupun rasa sakit itu kadang terasa. .
Ibu, sosok perempuan yang tidak tergantikan oleh siapapun dalam hidupku. Sosok yang senantiasa hadir sebagai solusi di setiap masalah yang lagi saya alami. .
Ibu, engkaulah tempat persinggahan hatiku. Ketika ingin bicara dengan ayah, maka engkaulah orang pertama yang saya beritahu. .
Ibu, engkaulah palabuhan hatiku, di saat kapal harapan ini karam, maka engkaulah tempat berlabuhku. Di saat hidup ini terasa samar dan hampa, maka engkaulah yang menjadi pelita penyemangat. Engkau selalu hadir di saat saya membutuhkan. Engkau senantiasa mendengarkan setiap kesah dari anakmu ini. .
Lautan luas yang membentang di antara kita, bukanlah jarak yang jauh untuk sampainya doa-doa darimu di setiap waktu. .
Maka pantaslah ketika Rasulullah SAW menempatkan sosok ibu sebagai orang pertama yang harus kita cintai, hormati dan sayangi sepanjang waktu..
Teriring doa dan rindu dariku, anakmu yang masih sering nakal, untuk sosok perempuan yang nun jauh disana, tetapi selalu lekat dalam doa dan hati. Semoga Allah memberikan kesehatan dan umur yang berkah bagi engkau, ibuku, pelabuhan hatiku, pelita penyemangatku. .
 
posted by auzi at 14.41 | 0 comments

Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya kepada Rasululllah saw. “Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa saya telah berbuat baik dan berbuat buruk?” Rasulullah saw. menjawab, “Apabila engkau mendengar tetanggamu mengatakan bahwa engkau berbuat baik, maka engkau telah berbuat baik. Dan apabila engkau mendengar mereka berkata bahwa engkau berbuat jahat, maka engkau telah berbuat jahat.” (Ibnu Majah, hadits nomor 4213).


Abu Hurairah r.a. menyampaikan kepada kita bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Hak muslim yang mesti dilakukan terhadap muslim lainnya itu ada enam.” Ada yang bertanya, “Apakah yang enam itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika kamu bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; jika ia mengundangmu, datangilah; jika ia minta nasihat, nasihatilah; jika ia bersin lalu memuji Allah, doakanlah; dan jika ia sakit, jenguklah ia; jika ia meninggal, maka antarkanlah jenazahnya.”


Abu Hurairah r.a. juga menyampaikan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman; dan kamu tidak akan beriman, kecuali jika kamu saling mencintai. Senangkah kamu jika aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kamu melakukannya kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antaramu.”
 
posted by auzi at 14.14 | 0 comments

Perempuan memiliki sifat Iri yang besar... baik pada orang lain atau pada temannya sendiri..
bukan aku bermaksut memojokan perempuan, tapi perempuan lebih mengandalkan hati dari pada pikirannya..sehingga kalo ada pertentangan sedikit atau kecemburuan, penyelesaiannya sangat lah lama.. jangan tanda tanya dulu.. karena hal ini seruing terjadi, aku punya cerita sedikit.. dulu aku sering jadi tutor di kegiatan dakwah mahasisiwa di kampusku aku sering kali mendapati akhwat yang senior sering kali so senior dihadapan juniornya dia tidak pernah mau mengalah sedikitpun.
baik dari kecantikan paras, busana atau ego. jika sijunior yang cantik ini datang pada satu perkumpulannya, dia selalu di jutekin.nggak tangung-tanggung, dijutekinnya bukan sama satu orang saja, tali sama teman-teman si senior itu juga, suatu ketika dalam ta lim yang lebih besar, si junior ini bertanya sama aku yang kebetulan jadi tutornya tentang permasalahan tersebut beliay bertanya tentan sikap orang yang suka bergunjin, suka hasud dan suka berbisik-bisik di deoannya...
didepannya...kebetulan si junior ini orangnya suka nyablak kalo ngomong.. jadi ku cerita kan sesuatu tentang referensi tetang orang orang yang di ceritakan tersebut...walaupun si junior ini pertanyaan nya tidak tertuju untuk menyindir para seniornya..Tapi beberapa diantaranya kena juga... eveknya ada yang sadar dan ada juga yang makin memusuhinya, karena keberaniannya menanyakan tentang hal itu.. aku mengetahui adanya perselisihan ini ketika kebetulan si junior ini memberanikan diri untuk bertanya secara pribadi ngobrol dengan ku seminggu kemudian.. dia bilang kenapa ya kak... bisakah aku memperbaikinya... aku bilan seandainya kita selalu memperhatikan sahabat kita, berbuat baik padanya, menaruh rasa hormat yang ungguh, dan memperlihatkan bahwa di dalam sijunior ini tidak ada celah buruk yang akan menjadi guncingan para senior ini insya allah mereka pun akan berubah hati dan perkataan kita lemah lembut, dan menjaga sikap dihadapan mereka maka mereka pun akan memahami akan kemuliaan hati si juniornya, karena senior ini sebenarnya faham akan kebenaran, cuma kurang diingatkan..

maksih kakak critanya........
 
posted by auzi at 13.55 | 0 comments

Hari ini adalah hari dimana 23 tahun yang lalu aku dilahirkan. Tidak terasa sudah sekian tahun kuhabiskan hidupku di dunia ini. Misalkan Allah memberikan aku kesempatan hingga umur 63 tahun, berarti sisa hidupku tinggal 40 tahun lagi. Kalau begitu, waktuku hanya 40 tahun untuk berkontribusi di dunia....
Mulai sekarang aku akan membangun pondasi untuk meraih mimpiku! Aku yakin, bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja sukses dan keberanian untuk percaya pada diriku sendiri juga akan membawaku ke gerbang kesuksessan. Yang harus aku lakukan sekarang adalah berpikir positif dan living my dream...
Karena kegigihan adalah kekuatan yang tidak kelihatan...yang bisa menyingkirkan rintangan-rintangan besar.
Aku berdo'a semoga diriku bertambah dewasa dalam menghadapi masalah. Semoga diriku semakin dekat dengan-Nya. Semoga diriku memiliki kesabaran dan rasa syukur atas hidup ini. Semoga diriku memiliki cukup banyak semangat untuk tidak mengeluh dan putus asa. Semoga diriku bahagia...amin.


terima kasih kakak pesannya.........
 
posted by auzi at 13.22 | 0 comments
Desember 12, 2008

Di sekitar Arsyi-Nya ada menara2 dari Cahaya didalamnya ada orang2 yang pakaiannya dr cahaya. wajah2 mereka bercahaya mereka bukan para nabi dan syuhada hingga para nabi dan syuhada pun iri. Rasulullah besabda mereka adalah orang2 yang mencintai karena Allah bersahabat krn Allah saling mengunjungi krn Allah
HR Tirmidzi
 
posted by auzi at 12.02 | 0 comments

Tak ada yang salah dari orang yang banyak bicara. Selama yang dibicarakan berisi nasihat, dakwah, pengajaran; bicara justru jadi ibadah. Tapi ketika bicara tak lagi punya isi: canda, obrolan kosong, dan lain-lain; bicara bisa memunculkan fitnah. Dan salah satu fitnah itu, terungkapnya rahasia. Bisa rahasia pribadi, keluarga, bahkan organisasi

Rasulullah saw. pernah memberi nasihat agar seorang mukmin senantiasa bicara yang baik-baik. Atau, diam. Inilah sebuah pelajaran bahwa lidah bisa memunculkan kesalahan fatal. Ketika orang tak lagi mampu mengendalikan syahwat bicaranya, berbagai kesalahan termasuk terungkapnya rahasia bisa muncul begitu saja. Ringan. Tanpa beban.

Ketika orang tak lagi sungkan bicara yang remeh temeh, gosip; maka aib bisa terbaca pendengar dengan mudah. Bisa aib diri sendiri, isteri, orang tua, tetangga, dan lain-lain.

Biasanya, orang yang terlalu banyak bicara rentan keceplosan. Begitu rentan membeberkan sebuah rahasia dan aib yang tabu untuk diungkapkan. Dengan kata lain, banyak bicara nyaris bisa sama dengan kurang amanah.
Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya. Siapa yang banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya.” (HR Athabrani)

kedua
Kelengahan terjadi ketika orang haus pujian
Pujian dalam takaran tertentu memang punya pengaruh baik. Dalam manajemen, ada istilah punish and reward: hukuman dan penghargaan. Sebuah kesalahan akan cepat terkikis jika ada hukuman. Dan sebaliknya, sebuah prestasi akan terus meningkat jika ada penghargaan. Dan penghargaan inilah sebagai bentuk lain dari pujian

Masalah akan muncul jika pujian bukan lagi sebagai sarana. Tapi, tujuan. Pujian jenis ini bisa dibilang sebagai penyakit. Apa pun bisa dikorbankan asal bisa dapat pujian. Biasanya, orang yang rawan terhinggap penyakit ini mereka yang tergolong orang ‘besar’, jenius, kaya, pejabat, dan sebagainya. Rasulullah saw. mengatakan, “Berhati-hatilah dengan pujian. Sesungguhnya itu adalah penyembelihan.” (HR. Al-Bukhari)

Orang yang cinta pujian selalu ingin terlihat tampil lebih. Termasuk saat menyampaikan gagasan, usulan, dan sejenisnya. Karena terdorong ingin terlihat lebih, tidak heran jika sesuatu yang sebenarnya tergolong rahasia bisa keluar begitu saja. Tanpa beban.
Di satu sisi, orang memang akan menilainya lebih. Dan pujian pun mengalir. Tapi, ada kelemahan yang mudah terbaca: “Berikan saja pujian, dia akan memberikan apa pun yang Anda minta.”

ketiga
Kelengahan terjadi ketika orang dangkal pemahaman
Semakin paham seseorang, kian sangat berhati-hati dalam melangkah. Sebaliknya, kian dangkal pemahaman seseorang, semakin sembrono mengambil pilihan. Inilah standar penilaian yang bisa diambil.
Karena itu, jangan pernah titipkan rahasia ke orang yang dangkal pemahaman. Karena rahasia akan sangat gampang bocor dan menyebar. Bahkan mungkin, karena dangkalnya pemahaman, si pembocor sendiri tidak menyadari kalau ia sedang melakukan pembocoran.
Sebuah ucapan Rasulullah saw. tentang orang bodoh yang mengumbar aib sendiri mungkin patut disimak. Beliau saw. mengatakan, “Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan. Yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.’ Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla.” (HR. Mutafaq ‘alaih)

ke empat
Kelengahan terjadi ketika lingkungan kurang menghargai nilai kebaikan
Ini mungkin agak lain. Karena terungkapnya sebuah aib atau rahasia bukan sekadar dari dalam diri. Tapi, dari lingkungan. Orang yang amanah dalam rahasia kadang bisa larut dengan lingkungan yang menganggap sudah tidak punya rahasia. Mereka begitu mudah membuka rahasia orang lain.

Bahkan dalam dunia politik, membongkar rahasia orang lain bisa dianggap prestasi. Karena di situlah lawan bisa terjungkal. Padahal, orang lain pun sedang menunggu kesempatan. Suatu saat, rahasia bisa dibuka secara bersama-sama. Kalau saya jatuh, dia pun harus terjungkal.

Rasulullah saw. menasihati kita untuk tidak seperti itu. Beliau saw. bersabda, “Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika seorang membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu membongkar keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya.” (HR. Ahmad dan Attirmidzi)
 
posted by auzi at 11.54 | 0 comments
Desember 11, 2008

Dialog Pagi TVOne “Kontoversi Jilbab Di Perusahaan” kasus “Wine mantan perawat mitra kasih bekasi”

Tiada daya untuk menghindari dari kedurhakaan
Dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan
Kecuali dengan pertolongan Allah

Yang lalu biarlah berlalu:
Cita-cita adalah harapan yang belum pasti;
Dan bagimu hanyalah saat yang sedang dijalani.

Tunjukkkanlah nalar anda pada nash-nash, baik yang berasal dari Kitabullah maupun Sunnah Rasul-Nya, maka anda akan menjumpai didalamnya bahwa Allah menyanjung wanita yang shalih dan memuji sosok wanita yang beriman. Allah berfirman :
“Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang2 yang beriman ketika ia berkata:’Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku rumah disisi-Mu da selamatkanlah aku dari fir’aun dan perbuatannya danselamatkanlah aku dari kaum yang zhalim’”(QS. 66:11)
dialah Asiah istri fir’aun. Renungkanlah waahai para muslimah bagaimana Allah menjadikan Asiah sebagai contoh bagi kaum mukmin laki2 & perempuan. Renungkanlah bagaimana Allah menjadikannya seperti pelambang & teladan yang jelas untuk diteladani oleh setiap wanita yang inggin memperoleh petunjuk & menempuh jalan yang telah digariskan oleh Allah dalam kehidupan ini. Alangkah berakal dan pintarnya wanita ini, karena ternyata dia lebih memilih tinggal disisi Tuhannya Yang Maha Mulia & lebih memprioritaskan bertetangga (dengan Allah) dari pada menempati tempat tinggalnya. Untuk itu, dia rela membangkang terhadap ketaatan pada suaminya. Fir’aun yang berdosa, melampaui batas, lagi kafir. Dia menolak hidup didalam istanahnya yang mewah penuh dengan perhiasan duniawi&banyak para pelayan yang siap melayani semua kebutuhannya. Dia lebih memilih tempat tinggal yang lebih kekal, lebih indah, dan lebih cantik disisi Tuhannya yang menguasai semesta alam, di dalam surga yang mengaalir sungai2 dibawahnya, ditempat yang telah dijanjikan disisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sesungguhnya dialah sosok wanita yang berjiwa besar. Berkat cita2nya yang tinggi & kejujuran yang berani., terdoronglah dirinya untuk menentang secara terang2an suaminya yang melampaui batas dgn menyuarakan kalimat yang haq & memprroklamirkan keimanannya di hadapan suaminya. Oleh karena itu, ia disiksa demi membela agama Allah dan berakhirlah perjuanganya dengan kepulangannya ke sisi tuhan yang menguasai semesta alam.
Akan tetapi Allah telah menjadikannya sebagai sosok wanita yang patut untuk diteladani oleh setiap orang mukmin, baik laki2 atau perempuan, hingga hari Kiamat nanti. Allah telah mengabadikan nama Asiah melalui pujian-Nya dalam Kitab-Nya dan menyanjung sikap yang dilakukannya. Sebaliknya, Allah mencela sikap suaminya yang menyimpang & sesat dari manhaj Allah yang telah diterapkan allah didalam bumi-Nya.

Bersikaplah Optimis
Sekalipun Anda Dalam sumber Badai
 
posted by auzi at 15.14 | 0 comments


Pernah kah kau bertanya pada Tuhanmu mengapa Dia ciptakan takdir
Sehingga tak ada yang dapat mengubahnya satu makluk pun.

Pernahkah kou bertanya kepada Tuhanmu mengapa Dia ciptakan kenikmatan.
Sehingga membuaimu dan membuatmu terlupa untuk berterima kasih.

Pernahkah kau bertanya kepada Tuhanmu Mengapa Dia ciptakan kesengsaraan
Sehingga membuatmu kufur dan memaki atas kemalangan mu

Pernahkan kau bertanya jika aku gagal sebetulnya salah siapa…
Pernahkah kau bertanya jika aku tertipu sebetulnya salah siapa…
Pernahkah kau bertanya jika aku tak mampu sebetulnya salah siapa…..

Bukan kah Tuhan yang menciptakan takdir…
Yang menyebabkan aku jatuh pada lubang yang sama secara berkali-kali…
Yang menyebabkan aku jatuh pada lembah yang paling hina

Coba kau Tanya pada dirimu…
salahkan sicacat ini jika menyalahkan keadaan…
Jika sibuta ini tak pernah belajar membaca…
Jika si tuli ini tak pernah mendengar kalimat 2 Mu…

Sememtara orang-orang di luar sana bisa bersyukur atas segala keberhasilan,
Atas segala kemujuran
Atas segala kemenangan…

Si gagal hanya bisa meratap dan menyesali mengapa dirinya dilahirkan…
Atas segala jawaban yang tak pernah dia temukan….

maksih kakak artikelnya.............
 
posted by auzi at 15.04 | 0 comments

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai.
Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian
terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau
telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau
kamu bisa menjawab berarti kamu lulus ", kata Kyai. "Baik pak Kyai,
apa pertanyaannya ?" "Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek
dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari ". Akhirnya santri tersebut
meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas
pertanyaan Kyai-nya.

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg
dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam
hati, " Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah
puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus ". Tetapi sesampai ia di
rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan
siapa tahu pada akhir hayatnya Alloh memberi Hidayah (petunjuk) dan
dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada
akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu
lebih jelek dari saya.

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing
yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri
bergumam, " Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah
haram dimakan, kudisan, jelek lagi " . Santri gembira karena telah
dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis
'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia
tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Alloh, sedangkan
aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku
berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. "Aku tidak lebih baik dari
anjing itu.

Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah
dapat jawabannya muridku ?" "Sudah guru", santri menjawab. " Ternyata
orang yang paling jelek adalah saya guru". Sang Kyai tersenyum, "Kamu
aku nyatakan lulus".

Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama
hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk
lain. Yang berhak sombong adalah Alloh SWT. Karena kita tidak tahu
bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan
belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama
ciptaan Alloh.
 
posted by auzi at 15.02 | 0 comments

Uang Bisa Buat Kaya? Bagaimana membuat hidup menjadi kaya? Barangkali inilah topik yang paling dibutuhkan dan paling sering dicari oleh kebanyakan orang. Di internet saja ada 37.000 situs mengenai cara menjadi kaya. Seminar-seminar yang memberikan resep kaya, apalagi dengan cara cepat, selalu sold out atau laris manis. Buku-buku bisnis yang menawarkan jurus kaya juga sangat diminati. Pada intinya, semuanya berujung pada uang. Uanglah satu-satunya hal yang diyakini bisa membuat hidup ini kaya. Faktanya, uang tidak pernah membuat manusia kaya. Mereka yang sudah kaya masih saja tetap merasa kurang dan mengejar uang yang lebih banyak lagi. Sebaliknya uang justru membuat kita selalu merasa miskin, merasa kurang dan tamak, bahkan tidak peduli sebanyak apapun uang yang telah kita miliki. Berjuta-juta orang masih tetap menghabiskan kehidupannya untuk mengejar apa yang tidak akan pernah mereka miliki. Ironisnya, mereka mengabaikan apa yang sebetulnya benar-benar mereka butuhkan. Banyak orang menjadi salah prioritas pada saat ingin memperkaya hidup mereka dengan uang. Bukannya hidup tambah kaya, tapi justru kita akan terjebak dengan tuntutan keinginan hidup yang tidak ada habisnya. 100 tahun dari sekarang ini, orang-orang tidak akan mengenang betapa kayanya kita, mobil mewah apa yang kita kendarai, luxury house macam apa yang kita tinggali, bahkan berapa banyak rekening kita di bank. Mengapa? Karena pada akhirnya, hal yang paling berarti di dalam hidup ini sebenarnya bukanlah hal yang bersifat kebendaan. Itu sebabnya saya mengingatkan Anda untuk tidak keliru prioritas dalam hidup. Uang dan materi tidak akan pernah bisa memperkaya hidup kita, justru kalau tidak hati-hati hidup kita malah dipermiskin olehnya. Uang sebanyak apapun belum pernah bisa membuat orang menjadi kaya.

makasih kakak kiriman artikelnya
 
posted by auzi at 14.25 | 0 comments